

hanya dengan Rp. 330.000,-
punya WEB sendiri
nama DOMAIN sendiri
KLIK DISINI sekarang dan
dapatkan keuntungan setiap hari


Isilah survey dan anda akan mendapatkan bayaran, cukup isi pertanyaan dan rekening anda akan bertambah sendiri, KLIK DISINI dan buktikan
Musim kompetisi sepakbola terbesar di tanah air sudah dimulai. Untung sekarang di ANTV sudah bisa menyiarkan pertandingan-pertandingan sepanjang musim di layar kaca, sehingga kita tidak perlu repot-repot pergi ke stadion. Sore ini (26/09/2010) pertandingan perdana antara Semen Padang vs Persipura di stadion Agus Salim Padang. Awal pertandingan cukup seru aksi bintang-bintang lapangan sepak bola nasional dari kedua tim cukup menghibur. Serangan dari kedua tim silih berganti sampai Semen Padang dapat mencetak 1 gol melalui pemain asingnya Junior dan Persipura membalas 1 gol melalui Boaz Solosa.
Lagi seru-serunya pertandingan berlangsung, hujan mulai menghiasi pertandingan, makin lama makin lebat. Hasilnya lapanganpun kewalahan menampung debit air hujan yang cukup tinggi. Genangan air terjadi hampir di sebagian sudut lapangan. Pertandinganpun dihentikan sementara oleh wasit dan pengawas pertandingan. Meskipun teriakan dari bangku penonton untuk tetap melanjutkan pertandingan, setelah berkoordinasi dengan official kedua tim dan pengawas pertandingan, wasit terpaksa menghentikan pertandingan.
Ada hal menarik yang dapat kita ambil dari kejadian di awal musim kompetisi ISL tahun ini, yaitu Infrastruktur/ sarana dan prasarana pertandingan terutama lapangan yang katanya untuk melangsungkan pertandingan ISL harus memiliki syarat dan ketentuan sesuai standar lapangan nasional tidak terbukti di pertandingan tersebut. Lapangan di Stadion Agus Salim belum layak dan harus dibenahi lagi terutama dalam hal drainase air. Pertanyaannya, kenapa lapangan dengan kualitas seperti itu bisa lolos oleh tim verifikasi lapangan PSSI? Tentu PSSI dan pihak PS Semen Padanglah yang punya jawabannya.
Akhir-akhir ini siNyong sibuk mempersiapkan untuk kelahiran bayi pertamanya. siNyong suda lama tinggal dengan mertuanya karena belum mampu beli rumah sendiri. Lagi sibuknya mempersiapkan keperluan calon bayi, siNyong ditanya oleh Bapak Mertuanya
Bapak : “Nyong, anakmu nanti kau kasi nama siapa?”
siNyong : “nda tau lah pak, nanti saja dipikirnya, gampang”
Bapak : “Kalau ngasih nama itu yang baik, yang bisa mengingatkan momen apa yang sedang terjadi atau dijalani”
Mendengar itu siNyong langsung terinspirasi
siNyong : “IBENG pak nanti anak saya tak panggilnya”
Bapak : “Apa artinya tu Nyong”
siNyong : “sekarang kan saya masih numpang hidup sama Bapak, jadi itu momen yang ingin saya kenang, jadi IBENG itu artinya Idupnya neBENG, IBENG”
1. Hewan qurbannya berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.
2. Telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.
3. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
• Buta sebelah yang jelas/tampak
• Sakit yang jelas.
• Pincang yang jelas
• Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang
Dan hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini, sehingga tidak sah berqurban dengannya, seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, ataupun lumpuh.
4. Hewan qurban tersebut milik orang yang berqurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berqurban dengannya. Maka tidak sah berqurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.
5. Tidak ada hubungan dengan hak orang lain. Maka tidak sah berqurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya di bagi.
6. Penyembelihan qurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan qurbannya tidak sah